Aku Mau Ngapain?

February 18th, 2010

Jika Hidup Tidak untuk Ibadah

Terus Aku mau ngapain?

Aku pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Aku pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Sampai di rumah mendekam sampai pagi datang

Mungkin Aku lupa
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari
Dan menjadi singa di siang hari
Sementara Aku
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman Read the rest of this entry »

Puisi Dakwah

February 18th, 2010

Pernah baca puisi ini disalah satu majalah dinding ketika SMA, cuma lupa judulnya apa dan siapa pengarangnya. Baru empat tahun kemudian (ketika di kampus) menemukan kembali puisi ini dibacakan oleh salah seorang ikhwah..Puisi yang indah dan menyentuh, diambil dari majmu’atur rosail hasan al banna dan dirangkai menjadi puisi oleh Ust. Aus Hidayat Nur. Semoga bisa memotivasi dan semnagat dalam mengemban amanah ini..

Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…

Read the rest of this entry »

WAJIB BACA: BAGI YANG INGIN NIKAH

February 16th, 2010

Anak itu emas! Eits, ini bukan nama merk makanan ringan “Anak Mas” (yang rasa keju enak! Oops!), saya hanya sekedar ingin menggambarkan bahwa anak bagaikan emas. Sebagaimana emas yang kita punya, pastinya akan selalu dijaga: dilirik keberadaannya (apa masih ada ditempat atau sudah hilang berikut salah satu anggota tubuh kita! Lho?), digosok-gosokan ke baju kita agar tetap mengkilat (tentu, tidak ada Jin Tomang di dalamnya) atau sekedar memberikan senyum padanya (yang ini khusus bagi emas hasil pemberian sang kekasih). Semua perlakuan itu wajar (yang tidak wajar adalah ketika kita agresif minta kenalan sama si emas, apalagi kalo si emas-nya ganteng! Hehe). Maka, tak heran jika banyak orang yang menyukai anak, layaknya emas. Bedanya, anak bukan barang dagangan!

Yang menjadi main point pada analogi ini adalah bahwa anak perlu dijaga! Sebentar! dijaga di sini bukan berarti setiap hari kita musti pakai baju satpam, bawa pentungan, dan berdiri tegap dibelakang si anak (yang ada si anak malah jadi takut!). Maksud dijaga bukan pula hanya sekedar selalu diberikan penjagaan agar anak tidak pergi atau melakukan sesuatu sembarangan, tidak terjatuh, tidak terluka, tidak dijahati, dan lain-lain. Tidak cukup sampai disana karena yang kita jaga disini bukan hewan peliharaan yang cukup dengan memberikan dia makan, minum, dan sedikit bermain. Menjaga anak lebih dari sekedar itu! Mengapa? Karena anak adalah makhluk hidup yang memiliki akal dan perasaan, maka dalam memperlakukan anak, lebih dari sekedar menjaganya dalam arti sempit, tapi ada hal yang lebih penting untuk kita artikan secara luas makna penjagaan ini: pembentukan!
Read the rest of this entry »

Surat Untuk Calon Anakku

February 16th, 2010

Teruntuk calon anakku
Yang masih tinggal di antara tulang sulbi dan tulang dadaku

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarmu, Nak? Semoga Ananda sehat wal afiat di alam sana.

Ayahanda sengaja menulis surat ini khusus untukmu.
Meski Ayahanda tahu, kau belum bisa membaca dan membalas surat ini
Karena di sana memang tidak ada sekolah.
Namun, Ayahanda yakin kau memahaminya
Karena kita satu jiwa
Karena kau masih menyatu dalam tubuhku
Dan terutama,
Karena kau pasti cerdas seperti Ayahanda …. :-)

Nak !
Ayahanda sangat bergembira mendengar sabda Sang Baginda Rasul,
Tentang doa anak shaleh yang pahalanya tak terputus, bahkan sesudah orang tuanya wafat
Ayahanda tiba-tiba tersadar, sabda tersebut menuntut Ayahanda melakukan dua hal:
Menjadi anak shaleh dan menjadikan Ananda sebagai anak yang shaleh pula
Read the rest of this entry »

PHP-MySQL (Part 1)

February 16th, 2010

Sedikit ingin berbagi ilmu tentang PHP dan MySQL. Secara umum PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam pemrograman web dan MySQL adalah suatu DBMS (Database Management System) yang bersifat Open Source dengan lisensi GNU/GPL. Dari katanya saja sudah berbeda, yaitu PHP merupakan suatu bahasa pemrograman sedangkan MySQL suatu DBMS. Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas sejarah dan funsionalitas PHP dan MySQL secara tulisan, namun di tulisan berseri ini saya akan membahas perpaduan antara PHP (sebagai suatu bahasa pemrograman) dan MySQL (sebagai suatu DBMS) sehingga menghasilkan suatu website yang dinamis ^_^

Read the rest of this entry »

Balik Nge-Blog

February 15th, 2010

Akhirnya, bisa kembali eksis di dunia peNgeBlogan (hehe..emang pernah eksis). Setelah sekian lama tidak berhubungan dengan wordpress, blogspot, blogger dan spesies sejenisnya. Akhirnya resmi tanggal 13 februari 2010 kemarin saya mendeklarasikan diri kembali ke dunia ini ^^..mau cerita dulu dah nginstall wordpress, sebenarnya sih tidak begitu mendapatkan kendala berarti ketika menginstall engine ini ke hosting web ugm (hehe hosting gratisan), karena dulu memang sudah pernah menginstall engine ini di hosting yang sama (htttp://panji-only.web.ugm.ac.id) cuma dulu agak sedikit terbengkalai karena sibuk (tepatnya sok sibuk ^_^) sehingga tidak punya waktu untuk mengelola blog ini sampai-sampai spamnya sampai ribuan (lebay mode: on) dan karena males ngeliat spam yang berjibun itu (betawi mode: on) beranak pinak di blog ini akhirnya dengan terpaksa dulu blognya di hapus dari peredaran(harakiri)..tapi sekarang berkat seorang dosen yang memberikan wejangan (halah) bahwa ilmu itu harus disebarkan maka dengan bulat tekat saya kembali mengaktifkan blog ini..mudah-mudaan bermanfaat bagi saya dan orang lain…

Best Regards

Panji Nursetia

Memang Seperti Itulah Dakwah

February 14th, 2010

Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang dakwah…

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Read the rest of this entry »

Ayah…

February 14th, 2010

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu bergumam : “Aku tidak mengerti.”
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung- jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu.
Read the rest of this entry »